Packaging
and Branding
Masyarakat
ekonomi ASEAN (MEA) sudah tinggal hitungan beberapa hari lagi, jika dibilang
UKM Indonesia sudah SIAP menghadapi MEA tapi nyatanya ga ada perubahan yang
signifikan dari UKM, baik dari segi produk, packaging maupun branding. namun
kalo dikatakan ga SIAP, nyatanya beberapa saat lagi MEA sudah diberlakukan.
Baiklah,
sedikit akan saya kupas dari kacamata saya (padahal saya tidak memakai
kacamata) mengenai UKM Indonesia apakah sudah SIAP dengan MEA apa belum. lebih
fokus lagi saya batasi pada UKM Makanan dan Minuman (atau yang kita kenal
dengan MAMIN). Sesuai dengan pengamatan dan pengalaman yang penulis alami pada
objek pengamatan dan penelitian dinegara-negara ASEAN, bisa dikatakan sebagai
berikut.
Jika kita
amati, teliti dan rasakan mengenai kualitas produk-produk UKM Indonesia, secara
umum produk UKM Indonesia memiliki taste yang diatas rata-rata, hal ini bisa
saja terjadi karena taste saya sebagai orang Indonesia dan lebih cocok dengan
taste Indonesia, namun pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. menurut
pengamatan, kulinary Indonesia memang lebih memiliki rasa yang Istimewa, meski
dibalik itu semua ada hal-hal yang bisa merugikan kita. kita ambil contoh : Mie
Goreng merk Ind**** sangat enak sekali, bahkan diluar negeri dijadikan hadiah
untuk momen-moment tertentu, namun sepertinya Mie Goreng tersebut berbeda rasa
lho dengan yang ada di Indonesia, setalah saya bandingkan ternyata yang di
Indonesia memiliki rasa yang lebih nendang, sedang Mie Goreng dengan merk yang
sama (yang dijual di luar negeri) rasanya kurang nendang. bisa jadi hal ini
dikarenakan bumbu-bumbu yang di edarkan di Indonesia memiliki rasa yang kuat,
namun sayangnya rasa yang kuat ini tidak bisa masuk ke luar negeri karena
regulasi-regulasi tertentu.
jadi pesan
saya adalah, mulailah dengan kemasan yang “mengundang mata” untuk produk-produk
yang siap bertarung dengan UKM-UKM dari negara ASEAN.
apakah kemasan saja sudah cukup ?????
jawabannya adalah BELUM cukup
Selain kemasan, tentunya kita harus paham dan sadar bahwa jumlah UKM di Indonesia ini puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan Jutaan. coba sekarang dari jutaan UKM, khususnya UKM Makanan dan Minuman, UKM mana yang sudah meregional, atau menasional bahkan mendunia. mungkin ada namu berapa % dari angka jutaan tersebut ????
apakah kemasan saja sudah cukup ?????
jawabannya adalah BELUM cukup
Selain kemasan, tentunya kita harus paham dan sadar bahwa jumlah UKM di Indonesia ini puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan Jutaan. coba sekarang dari jutaan UKM, khususnya UKM Makanan dan Minuman, UKM mana yang sudah meregional, atau menasional bahkan mendunia. mungkin ada namu berapa % dari angka jutaan tersebut ????
Ada baiknya,
mereka bersatu dan membranding UKM sehingga gaungnya menjadi ada. salah satu
contohnya adalah UKM Malang raya dengan branding barunya “AMAZING MALANG”.
Mereka mencoba bersatu padu, membuat suatu BRANDING yang kuat untuk
meningkatkan nilai jual produknya. awalnya hanya beberapa UKM saja yang
bergabung, namun lambat laun semakin banyak UKM yang
bergabung dan memperkuat
Branding AMAZING Malang.Memang Malang patut kita acungi Jempol, membuat Branding untuk UKM Malang sehingga UKM Malang bisa Bertahan dan melebarkan sayapnya ke penjuru dunia. Semoga saja banyak UKM-UKM di Indonesia sadar bahwa perlu adanya persatuan untuk UKM sehingga merska bisa membuat kemasan yang EYE CATHING dan memBRANDING merk mereka menjadi level dunia.
Semoga UKM
INDONESIA mampu melawati MEA dengan ceria



Tidak ada komentar:
Posting Komentar