Minggu, 08 Januari 2017

Branding atau ?



Packaging and Branding


      Masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) sudah tinggal hitungan beberapa hari lagi, jika dibilang UKM Indonesia sudah SIAP menghadapi MEA tapi nyatanya ga ada perubahan yang signifikan dari UKM, baik dari segi produk, packaging maupun branding. namun kalo dikatakan ga SIAP, nyatanya beberapa saat lagi MEA sudah diberlakukan.
Baiklah, sedikit akan saya kupas dari kacamata saya (padahal saya tidak memakai kacamata) mengenai UKM Indonesia apakah sudah SIAP dengan MEA apa belum. lebih fokus lagi saya batasi pada UKM Makanan dan Minuman (atau yang kita kenal dengan MAMIN). Sesuai dengan pengamatan dan pengalaman yang penulis alami pada objek pengamatan dan penelitian dinegara-negara ASEAN, bisa dikatakan sebagai berikut.
Jika kita amati, teliti dan rasakan mengenai kualitas produk-produk UKM Indonesia, secara umum produk UKM Indonesia memiliki taste yang diatas rata-rata, hal ini bisa saja terjadi karena taste saya sebagai orang Indonesia dan lebih cocok dengan taste Indonesia, namun pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. menurut pengamatan, kulinary Indonesia memang lebih memiliki rasa yang Istimewa, meski dibalik itu semua ada hal-hal yang bisa merugikan kita. kita ambil contoh : Mie Goreng merk Ind**** sangat enak sekali, bahkan diluar negeri dijadikan hadiah untuk momen-moment tertentu, namun sepertinya Mie Goreng tersebut berbeda rasa lho dengan yang ada di Indonesia, setalah saya bandingkan ternyata yang di Indonesia memiliki rasa yang lebih nendang, sedang Mie Goreng dengan merk yang sama (yang dijual di luar negeri) rasanya kurang nendang. bisa jadi hal ini dikarenakan bumbu-bumbu yang di edarkan di Indonesia memiliki rasa yang kuat, namun sayangnya rasa yang kuat ini tidak bisa masuk ke luar negeri karena regulasi-regulasi tertentu.

Otomatis lidah orang Indonesia sudah terbiasa dengan yang enak-enak, sehingga produk-produk yang dijual dan di edar di Indonesia memiliki citarasa yang SPECIAL. Namun sayangnya citarasa produk yang bagus tidak diimbangi oleh kemasan yang bagus. secara umum dapat dikatakan bahwa kemasan UKM di Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Thailand dan Malaysia. meski produk mereka (menurut saya siih) ga banyak yang special dilidah kami, namun packaging mereka “eye catching”. sehingga jika di display di etalase, sepertinya saya akan lebih cenderung menghampiri, memegang dan memplototi produk dan kemasan mereka. sepertinya mereka sangat aware sekali dengan “kesan pertama”, sehingga mereka berlomba-lomba menciptakan produk dengan kemasan yang sangat menarik perhatian.
jadi pesan saya adalah, mulailah dengan kemasan yang “mengundang mata” untuk produk-produk yang siap bertarung dengan UKM-UKM dari negara ASEAN.
apakah kemasan saja sudah cukup ?????
jawabannya adalah BELUM cukup
Selain kemasan, tentunya kita harus paham dan sadar bahwa jumlah UKM di Indonesia ini puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan Jutaan. coba sekarang dari jutaan UKM, khususnya UKM Makanan dan Minuman, UKM mana yang sudah meregional, atau menasional bahkan mendunia. mungkin ada namu berapa % dari angka jutaan tersebut ????
Ada baiknya, mereka bersatu dan membranding UKM sehingga gaungnya menjadi ada. salah satu contohnya adalah UKM Malang raya dengan branding barunya “AMAZING MALANG”. Mereka mencoba bersatu padu, membuat suatu BRANDING yang kuat untuk meningkatkan nilai jual produknya. awalnya hanya beberapa UKM saja yang bergabung, namun lambat laun semakin banyak UKM yang
bergabung dan memperkuat Branding AMAZING Malang.
Memang Malang patut kita acungi Jempol, membuat Branding untuk UKM Malang sehingga UKM Malang bisa Bertahan dan melebarkan sayapnya ke penjuru dunia. Semoga saja banyak UKM-UKM di Indonesia sadar bahwa perlu adanya persatuan untuk UKM sehingga merska bisa membuat kemasan yang EYE CATHING dan memBRANDING merk mereka menjadi level dunia.
Semoga UKM INDONESIA mampu melawati MEA dengan ceria
Salam Hormat dari Kami
AA Packaging TEAM


Sumber : kemasan.net 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar