Minggu, 08 Januari 2017

Merek Komunitas



Merek Komunitas


Vietnam tea
Jumpa lagi
Setelah lawatan kebeberapa daerah, memahami kearifan lokal dan budaya daerah, memberi inspirasi untuk menuangkan ide menulis.
Baiklah kali ini saya mencoba sedikit mengulas mengenai pentingnya sedikit merek tapi berkualitas dan dapat diandalkan daripada banyak merek tapi tidak banyak berarti.
seperti yang kita ketahui bersama, bahwa jumlah UKM di Indonesia tidak kurang dari 50. eeiit.. tunggu dulu, bukan 50 orang pengusaha lho, juga bukan 50.000 UKM tapi 50 juta (pake 0-nya enam). 50.000.000 bukanlah jumlah yang sedikit, bukan pula sektor yang tidak diperhitungkan, justeru ketika tahun 1998 perekonomian Indonesia lumpuh, hanya UKM lah yang masih survive dan menjadi andalan bangsa dalam pembangunan bangsa dan negara.
Sayangnya, besarnya jumlah UKM di Indonesia masih belum bisa banyak berkiprah didunia Luar, coba anda hitung berapa banyak UKM Indonesia yang GO Internasional, katakanlan ada BABARAFI, ES TELER 77, dan apa lagi coba, kalo toh ada apakah jumlahnya 10% dari total UKM Indonesia, mungkin terlalu banyak yaa… coba kita ganti prosentasinya dengan 1% = 500.000 UKM Go Internasional ????, masih telalu banyak yaa…. mungkin 0.01% = 1.000 UKM ???? saya juga belum yakin jika sudah ada 1.000 UKM yang GO Internasional (meskipun saya berharap mencapai angka tersebut).
Coba bayangkan hanya 0.01% saja = 1/100 % dari total UKM yang bisa eksis/ go Internasional sedang 99.99% belum siap untuk bertarung di dunia luar. padahal desember 2015 atau bulan depan kita sudah membuka diri dengan perdagangan bebas antar negara asean yang sering di sebut dengan MEA. lantas siapkah kita ????
Siap tidak siap, HARUS SIAP. percuma kita mengeluh, toh juga pasti akan terjadi juga perdagangan bebas negara-negara ASEAN. fokus kita bukan pada keluhan, tapi bagaimana kita harus bersikap. sedikit menyimpang, penulis sering diajak study kemasan baik di nusantara, luar negeri, termasuk juga dinegara-negara yang tergabung dalam ASEAN. ambil contoh Thailand dan Vietnam. Umumnya produk-produk UKM mereka memiliki kemasan yang menarik, baik dari segi desain kemasan, desain grafis, maupun penambahan hal-hal inovatif yang lucu dan ada juga yang nakal. hal-hal seperti ini, ternyata membuat banyak orang termasuk penulis menjadi ingin memiliki produk tersebut.
singkat cerita kita belilah produk-produk tersebut dengan harapan produk memiliki rasa atau kualitas seperti kemasan, ternyata harapan sekedar harapan, impian sekedar impian hampir 80% produknya tidak sesuai dengan Lidah kita Bangsa Indonesia, bagi penulis, rasa produk hambar tampilan produk yaaa datar-datar saja. masih jauuuh lebih enak produk-produk UKM Indonesia, meski secara kualitas kemasan masih ketinggalan. selain ketinggalan produk UKM Indonesia memiliki ribuan, ratusan ribu bahkan jutaan merek, membuat pembeli bingung produk mana yang enak dan direkomendasikan.
kembali ke merek, tidak banyak merek-merek yang penulis jumpai dalam lawatan dan study packaging di negara-negara ASEAN. dan banyak sekali penulis jumpai produk diBRAND atau diMERKi dengan nama-nama kota-kota Mis: Saigon Tea, Hanoi Tea, Danang Tea, dan masih banyak yang lain mis di jepang tepung KOBE, di Amerika Kentucky Fried Chicken, dll.
Menurut pendapat penulis, tidak ada salahnya jika kita menyatukan UKM dan memberi payung nama yang sama (tentunya dengan SOP yang bagus sehingga ada QC yang handal agar tercipta produk yang berdaya saing dan standart).
Hal serupa telah dilakukan oleh teman-teman UKM di Malang, dengan Branding “Amazing Malang” mereka berusaha mengerucutkan Brand, menjadi brand komunitas dengan quality control yang handal. awalnya berat, namun ketika brand mulai meluas dan dikenal banyak orang, “Amazing Malang” menjadi pilihan yang tepat sebagai payung untuk memulai usaha dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Hal-hal seperti inilah yang sesungguhnya dibutuhkan pemerintah dalam meningkatkan daya saing UKM di Indonesia, sebab saat ini yang dibina cuma itu dan itu-itu lagi. dengan adanya brand community maka mutu bisa dijaga, kemasan bisa dibuat semenarik mungkin dan yang pasti dapat dijangkau oleh komunitas, dimana hal ini belum tentu dapat dilakukan oleh tiap-tiap individu mandiri.
Amazing Malang merupakan fenomena menarik dan dapat dijadikan pilot project bagi kota-kota lain.
Semoga sedikit sharing dari penulis, dapat memberikan warna bagi UKM di Indonesia
salam hormat kami
Ronny Kurniawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar