Minggu, 08 Januari 2017

DISNEY COLA



Haruskah kita Ngetop Sendiri !!!!
Yang namanya UKM….. umumnya memiliki cita-cita yang tinggi sekali
pengennya sih, semua segmen harus dikuasai, ga boleh ada UKM yang laen sesukses kita, kalo perlu dibabat habis…. heee
(itulah bisik-bisik tetangga ala UKM)
Apakah salah UKM memiliki cita-cita setinggi langit ??? jawabannya adalah TIDAK, sebab, sejatuh jatuhnya dari langit masih ada kemungkinan nyantol/ tersangkut di BINTANG, kalo toh ngga nyangkut di BINTANG, paling ngga masih bisa berharap mampir di AWAN lah, dan kalolah harus jatuh ke bumi, paling ngga masih jatuh di puncak gunung JAYA WIJAYA. (edisi www.memaska.com)
Paling tidak, itulah gambaran UKM Indonesia yang sangat gigih dalam memperjuangkan nasib dan usahanya. Umumnya UKM di indonesia adalah PEKERJA KERAS yang siap menghadapi segala rintangan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Namun sayangnya mereka banyak yang lupa bahwa disamping kerja keras, masih ada kerja-kerja yang lain lagi untuk memperoleh keberhasilan, yaitu KERJA CERDAS, KERJA TUNTAS dan KERJA IKHLAS.
Kembali ketopik awal, Apakah UKM harus berhasil/ Ngetop Sendiri, sedangkan UKM yang lain TIDAK… ???
Sebelum saya menjawab pertanyaan saya sendiri, ada baiknya kita sedikit menengok kebelakang mengenai merk-merk seperti
SONY-ERICCSON, apakah merk SONY tidak cukup terkenal…. jawabannya hampir kita semua pasti pernah mendengar merk SONY, begitu pula halnya dengan merk ERICCSON, bagi penggemar HP khususnya awal-awal HP diciptakan, ERICCSON adalah nama yang paling populer waktu itu.
Bagaimana halnya jika kita gabungkan antara DISNEY dan COCA COLA seperti gambar dibawah :
Tentu perpaduan DISNEY COLA menjadi MEGA-BRAND
siapa sih manusia modern yang tidak pernah dengan nama DISNEY dan COCA COLA
perpaduan nama tersebut akan menjadi magnet yang besar dan kuat.
sehingga sangat mudah bagi perusahaan untuk menjaring konsumen yang beterbaran, Brand yang kuat dikolaborasikan dengan Brand kuat lainnya menjadi MEGA BRAND yang sangat sulit untuk ditandingi. Kita kembali ke UKM, Perusahaan Besar saja masih perlu menggandeng perusahaan besar lainnya untuk memenangkan pertarungan, apakah UKM Cukup bertanding dengan namanya sendiri ????
jawabannya adalah …. Andalah yang menentukan jawabannya, apakah cukup berdiri sendiri, atau membuat suatu Brand Komuniti yang KUAT.
namun jika saya ditanya, jawabannya adalah TIDAK. Bukan Jamannya UKM Berhasil Sendirian
MARI… kita UKM Indonesia, bergandeng tangan, saling bahu membahu menyongsong MEA. Kita BISA kok, asal mau. Mau bekerjasama, saling membantu satu sama lain, take and give, Insya Allah UKM Indonesia mampu memenangkan persaingan di era MEA.
Mari kita bergandeng tangan menyongsong MEA dengan OPTIMIS
Salam Hormat dari Kami
AA Packaging House Indonesia
(Modern Indonesia Packaging House)
#Inspirasi Kebangkitan UKM Indonesia#

Sumber : kemasan.net 

Merek Komunitas



Merek Komunitas


Vietnam tea
Jumpa lagi
Setelah lawatan kebeberapa daerah, memahami kearifan lokal dan budaya daerah, memberi inspirasi untuk menuangkan ide menulis.
Baiklah kali ini saya mencoba sedikit mengulas mengenai pentingnya sedikit merek tapi berkualitas dan dapat diandalkan daripada banyak merek tapi tidak banyak berarti.
seperti yang kita ketahui bersama, bahwa jumlah UKM di Indonesia tidak kurang dari 50. eeiit.. tunggu dulu, bukan 50 orang pengusaha lho, juga bukan 50.000 UKM tapi 50 juta (pake 0-nya enam). 50.000.000 bukanlah jumlah yang sedikit, bukan pula sektor yang tidak diperhitungkan, justeru ketika tahun 1998 perekonomian Indonesia lumpuh, hanya UKM lah yang masih survive dan menjadi andalan bangsa dalam pembangunan bangsa dan negara.
Sayangnya, besarnya jumlah UKM di Indonesia masih belum bisa banyak berkiprah didunia Luar, coba anda hitung berapa banyak UKM Indonesia yang GO Internasional, katakanlan ada BABARAFI, ES TELER 77, dan apa lagi coba, kalo toh ada apakah jumlahnya 10% dari total UKM Indonesia, mungkin terlalu banyak yaa… coba kita ganti prosentasinya dengan 1% = 500.000 UKM Go Internasional ????, masih telalu banyak yaa…. mungkin 0.01% = 1.000 UKM ???? saya juga belum yakin jika sudah ada 1.000 UKM yang GO Internasional (meskipun saya berharap mencapai angka tersebut).
Coba bayangkan hanya 0.01% saja = 1/100 % dari total UKM yang bisa eksis/ go Internasional sedang 99.99% belum siap untuk bertarung di dunia luar. padahal desember 2015 atau bulan depan kita sudah membuka diri dengan perdagangan bebas antar negara asean yang sering di sebut dengan MEA. lantas siapkah kita ????
Siap tidak siap, HARUS SIAP. percuma kita mengeluh, toh juga pasti akan terjadi juga perdagangan bebas negara-negara ASEAN. fokus kita bukan pada keluhan, tapi bagaimana kita harus bersikap. sedikit menyimpang, penulis sering diajak study kemasan baik di nusantara, luar negeri, termasuk juga dinegara-negara yang tergabung dalam ASEAN. ambil contoh Thailand dan Vietnam. Umumnya produk-produk UKM mereka memiliki kemasan yang menarik, baik dari segi desain kemasan, desain grafis, maupun penambahan hal-hal inovatif yang lucu dan ada juga yang nakal. hal-hal seperti ini, ternyata membuat banyak orang termasuk penulis menjadi ingin memiliki produk tersebut.
singkat cerita kita belilah produk-produk tersebut dengan harapan produk memiliki rasa atau kualitas seperti kemasan, ternyata harapan sekedar harapan, impian sekedar impian hampir 80% produknya tidak sesuai dengan Lidah kita Bangsa Indonesia, bagi penulis, rasa produk hambar tampilan produk yaaa datar-datar saja. masih jauuuh lebih enak produk-produk UKM Indonesia, meski secara kualitas kemasan masih ketinggalan. selain ketinggalan produk UKM Indonesia memiliki ribuan, ratusan ribu bahkan jutaan merek, membuat pembeli bingung produk mana yang enak dan direkomendasikan.
kembali ke merek, tidak banyak merek-merek yang penulis jumpai dalam lawatan dan study packaging di negara-negara ASEAN. dan banyak sekali penulis jumpai produk diBRAND atau diMERKi dengan nama-nama kota-kota Mis: Saigon Tea, Hanoi Tea, Danang Tea, dan masih banyak yang lain mis di jepang tepung KOBE, di Amerika Kentucky Fried Chicken, dll.
Menurut pendapat penulis, tidak ada salahnya jika kita menyatukan UKM dan memberi payung nama yang sama (tentunya dengan SOP yang bagus sehingga ada QC yang handal agar tercipta produk yang berdaya saing dan standart).
Hal serupa telah dilakukan oleh teman-teman UKM di Malang, dengan Branding “Amazing Malang” mereka berusaha mengerucutkan Brand, menjadi brand komunitas dengan quality control yang handal. awalnya berat, namun ketika brand mulai meluas dan dikenal banyak orang, “Amazing Malang” menjadi pilihan yang tepat sebagai payung untuk memulai usaha dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Hal-hal seperti inilah yang sesungguhnya dibutuhkan pemerintah dalam meningkatkan daya saing UKM di Indonesia, sebab saat ini yang dibina cuma itu dan itu-itu lagi. dengan adanya brand community maka mutu bisa dijaga, kemasan bisa dibuat semenarik mungkin dan yang pasti dapat dijangkau oleh komunitas, dimana hal ini belum tentu dapat dilakukan oleh tiap-tiap individu mandiri.
Amazing Malang merupakan fenomena menarik dan dapat dijadikan pilot project bagi kota-kota lain.
Semoga sedikit sharing dari penulis, dapat memberikan warna bagi UKM di Indonesia
salam hormat kami
Ronny Kurniawan

Branding atau ?



Packaging and Branding


      Masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) sudah tinggal hitungan beberapa hari lagi, jika dibilang UKM Indonesia sudah SIAP menghadapi MEA tapi nyatanya ga ada perubahan yang signifikan dari UKM, baik dari segi produk, packaging maupun branding. namun kalo dikatakan ga SIAP, nyatanya beberapa saat lagi MEA sudah diberlakukan.
Baiklah, sedikit akan saya kupas dari kacamata saya (padahal saya tidak memakai kacamata) mengenai UKM Indonesia apakah sudah SIAP dengan MEA apa belum. lebih fokus lagi saya batasi pada UKM Makanan dan Minuman (atau yang kita kenal dengan MAMIN). Sesuai dengan pengamatan dan pengalaman yang penulis alami pada objek pengamatan dan penelitian dinegara-negara ASEAN, bisa dikatakan sebagai berikut.
Jika kita amati, teliti dan rasakan mengenai kualitas produk-produk UKM Indonesia, secara umum produk UKM Indonesia memiliki taste yang diatas rata-rata, hal ini bisa saja terjadi karena taste saya sebagai orang Indonesia dan lebih cocok dengan taste Indonesia, namun pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar. menurut pengamatan, kulinary Indonesia memang lebih memiliki rasa yang Istimewa, meski dibalik itu semua ada hal-hal yang bisa merugikan kita. kita ambil contoh : Mie Goreng merk Ind**** sangat enak sekali, bahkan diluar negeri dijadikan hadiah untuk momen-moment tertentu, namun sepertinya Mie Goreng tersebut berbeda rasa lho dengan yang ada di Indonesia, setalah saya bandingkan ternyata yang di Indonesia memiliki rasa yang lebih nendang, sedang Mie Goreng dengan merk yang sama (yang dijual di luar negeri) rasanya kurang nendang. bisa jadi hal ini dikarenakan bumbu-bumbu yang di edarkan di Indonesia memiliki rasa yang kuat, namun sayangnya rasa yang kuat ini tidak bisa masuk ke luar negeri karena regulasi-regulasi tertentu.

Otomatis lidah orang Indonesia sudah terbiasa dengan yang enak-enak, sehingga produk-produk yang dijual dan di edar di Indonesia memiliki citarasa yang SPECIAL. Namun sayangnya citarasa produk yang bagus tidak diimbangi oleh kemasan yang bagus. secara umum dapat dikatakan bahwa kemasan UKM di Indonesia masih tertinggal dengan negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Thailand dan Malaysia. meski produk mereka (menurut saya siih) ga banyak yang special dilidah kami, namun packaging mereka “eye catching”. sehingga jika di display di etalase, sepertinya saya akan lebih cenderung menghampiri, memegang dan memplototi produk dan kemasan mereka. sepertinya mereka sangat aware sekali dengan “kesan pertama”, sehingga mereka berlomba-lomba menciptakan produk dengan kemasan yang sangat menarik perhatian.
jadi pesan saya adalah, mulailah dengan kemasan yang “mengundang mata” untuk produk-produk yang siap bertarung dengan UKM-UKM dari negara ASEAN.
apakah kemasan saja sudah cukup ?????
jawabannya adalah BELUM cukup
Selain kemasan, tentunya kita harus paham dan sadar bahwa jumlah UKM di Indonesia ini puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan Jutaan. coba sekarang dari jutaan UKM, khususnya UKM Makanan dan Minuman, UKM mana yang sudah meregional, atau menasional bahkan mendunia. mungkin ada namu berapa % dari angka jutaan tersebut ????
Ada baiknya, mereka bersatu dan membranding UKM sehingga gaungnya menjadi ada. salah satu contohnya adalah UKM Malang raya dengan branding barunya “AMAZING MALANG”. Mereka mencoba bersatu padu, membuat suatu BRANDING yang kuat untuk meningkatkan nilai jual produknya. awalnya hanya beberapa UKM saja yang bergabung, namun lambat laun semakin banyak UKM yang
bergabung dan memperkuat Branding AMAZING Malang.
Memang Malang patut kita acungi Jempol, membuat Branding untuk UKM Malang sehingga UKM Malang bisa Bertahan dan melebarkan sayapnya ke penjuru dunia. Semoga saja banyak UKM-UKM di Indonesia sadar bahwa perlu adanya persatuan untuk UKM sehingga merska bisa membuat kemasan yang EYE CATHING dan memBRANDING merk mereka menjadi level dunia.
Semoga UKM INDONESIA mampu melawati MEA dengan ceria
Salam Hormat dari Kami
AA Packaging TEAM


Sumber : kemasan.net